Ketika Angin terasa kencang-kencangnya.
Jangan menyalahkannya.
Jangan membuatnya berhenti.
Ketika angin tersebut hampir tak ada.
Timbulkan sedikit angin yang lain agar ia terasa.

Angin itu perlu.
Ia setitik kesejukan disaat sesuatu berkobar berapi-api.
Angin itu perlu.
Ia melebar kan sesuatu yang kecil itu sampai menjadi Api ber kobar kobar.

Aku hanyalah hembusan Angin.

Jika Aku boleh memilih.
Aku ingin menjadi angin di pantai
Menghembus air Laut
Mengikis Karang.

-Angin-

Comments

Popular posts from this blog

about coffee

A Dorm Room